[OPINI] PKL Dan Kawasan Wisata Kuliner Ancol Kota Sarolangun

Kawasan ancol Sarolangun

Di tengah keadaan ekonomi sekarang yang tidak menentu dengan harga harga kebutuhan bahan pokok yang melambung tinggi membawa dampak yang cukup besar pada kehidupan masyarakat saat ini,  lapangan pekerjaan pun terasa sangat sulit didapat bagi sebagian orang apalagi untuk membuka usaha sendiri tentu membutuhkan modal, disinilah peran pemerintah sangat  diharapkan hadir untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat tersebut.

Kawasan ancol yang berada di Kabupaten Sarolangun tepatnya di ibu kota Kecamatan sarolangun,  merupakan salah satu tempat destinasi wisata kuliner, entah siapa yang menjadi penggagas lahirnya icon tersebut, yang jelasnya tempat tongkrongan tersebut berkembang karena di tempat tersebut terdapat beraneka ragam jajanan kuliner baik itu minuman serta makanan yang dijajahkan oleh para pedagang kaki lima (PKL), harga yang ditawarkan oleh pedagang di tempat tersebut tidaklah mahal cukup terjangkau, berdasarkan hasil pantauan kami ada sekitar lebih kurang 70 pedagang kaki lima yang berjualan menggantungkan hidup mereka di tempat tersebut.

Letak yang strates yaitu berada jantungnya kota sarolangun tepatnya di lokasi yang berdekatan dengan jalan lintas Sumatera diantara dua jembatan yaitu jembatan lintas sumatera dan jembatan batrix (jembatan yang di bangun di masa kolonial belanda kala itu) dan salah satu factor ramainya tempat tersebut adanya Masjid raya al Falah yang berada dalam kawasan tersebut sebagai tempat beribadah bagi masyarak sekitar pengendara dari luar, sehingga tempat tersebut dijadikan sebagai rest area bagi pengendara yang berasal dari berbagai kota yang melintasi kota sarolangun, ditambah lagi yang menjadi daya pikat kawasan tersebut berada di pinggir sungai Batang tembesi yang membalah kota Sarolangun, sehingga memberikan suasana yang menyejukan mata bagi pengunjung untuk berisirahat , apalagi di senja hari sambil memandangi matahari tenggelam dengan hamparan sungai dan jembatan batrix serta di seberangnya ada taman cik mina, Menambah keindahan suasana di tempat tersebut.

Awalnya dahulu kawasan ancol tersebut menjadi tempat nongkrong bagi para remaja dan para pedagang tidak seramai sekarang, sehingga ketika larut malam tempat tersebut dijadikan sebagai tempat aktivitas prostitusi pagi kalangan oknum tertentu, menurut beberapa sumber yang tidak mau disebutkan namanya, sering di pagi hari ketika mereka membersihkan sampah dan merapikan tempat berjulan mereka di lokasi ancol tersebut, mereka menemukan alat kontrasepsi yang berserakan di tempat tersebut, hal ini bukan sekali dua kali di temui tetapi sering kali. Tetapi sejak tempat itu ramai oleh PKL yang berjualan sampai larut malam,oknum oknum yang melakukan kegiatan prostitusi di tempat tersebut berkurang dan jarang, karena hampir di sekitar kawasan ancol tersebut di tempati oleh para PKL yang berjualan.

Sebenarnya Acol sarolangun tersebut kalaulah di tata secara serius akan menjadi kawasan yang betul betul indah sebagai tempat destinasi kawasan wisata kulinernya masyarakat Sarolangun, dan menjadi rest area bagi para pengendara kendaraan dari luar sarolangun yang singgah untuk beristirat dalam perjalanan, yang dampak positifnya tentu akan meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat kota sarolangun, karena adanya transaksi jual beli di kawasan tersebut,

Masukan bagi para pemangku kebijakan di daerah khususnya dinas instansi terkait ,bagaimana penerangan di area Kawasan Ancol tersebut agar lampu lampu tamannya di perbanyak sehingga di  malam hari tempat tersebut menjadi terang benderang  , kebersihan lingkungan tetap di jaga baik  itu ketika siang dan malam hari , penataan taman, adanya kawasan atau wahana bermain untuk anak-anak dan pengecetan di lingkungan tersebut di buat semenarik mungkin, sehingga memberikan suasana estetika yang menarik dan menyejukan mata, adanya tenda tenda yang dibuat sedemikain rupa yang yang memberikan kesan dan mempercantik kawasan tersebut. areal parkir juga perlu di perhatikan untuk menghindari kesan semberawut di sepanjang jalan kawasan tersebut, masukan alangkah lebik baiknya lagi jalan di tempat tersebut di jadikan satu jalur dan tidak kalah penting adanya Pos layanan Pol PP yang disiapkan sebagai pusat layanan informasi dan  memantau ketertiban  di lingkungan kawasan tersebut. Masukan bagi para PKL yang berjualan di areal tersebut agar menjaga kebersihan lingkungan dan juga kebersihan peralatan dan barang dagangan yang tujuannya untuk kenyamanan pengunjung.

Sehingga jika hal tersebut tercipta areal Ancol kota sarolangun akan betul betul menjadi icon kawasan wisata kulinernya kota sarolangun,  dan menjadi tempat tumbuhnya ekonomi UKM dan untuk merealisasikan hal tersebut selain adanya dukungan dari pemerintah daerah diperlukan juga peran serta masyarakat kota sarolangun dan khususnya para PKL yang  berjualan di kawasan tersebut artinya kolaborasi antar pihak untuk harapan dan cita cita bersama dalam menciptakan kawasan ancol sarolangun yang indah.

Penulis, Harliansyah, S.Sos (Ketua DPD Ikatan Pemuda Karya Kabupaten Sarolangun)

Referensi;

https://kaltim.tribunnews.com/2021/07/18/dulu-kumuh-rawan-kriminal-kini-mahakam-lampion-garden-jadi-tempat-nongkrong-asyik-yang-indah?page=all

https://hasanzainuddin.wordpress.com/2014/06/27/wisata-kuliner-tepian-sungai-martapura-banjarmasin/

https://pontianak.tribunnews.com/2017/05/26/ngabuburit-di-tepian-sungai-kapuas-bersantai-sambil-menunggu-bedug-magrib

https://travel.detik.com/cerita-perjalanan/d-5394091/dilarang-galau-kalau-nongkrong-di-kafe-tepi-sungai-ini


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *