LSM RPI Harap Dinas PUPR Sarolangun Jangan Hambur-hamburkan Uang Rakyat

SAROLANGUN EKSPRES– Anggaran belanja Pena di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Sarolangun yang mecapai puluhan juta rupiah tuai sorotan dari berbagai kalangan.

Ketua LSM Rakyat Perduli Indonesia (LSM RPI) Harkis, Pada media ini, kamis (13/10/2022) mengaku merasa heran jika anggaran belanja Pena di Dinas PUPR kabupaten Sarolangun mencapai belasan juta rupiah.

BACA :Dinas PUPR Sarolangun Belanjakan Belasan Juta Untuk Beli Pena

“Jika belanja pena saja mencapai Rp 15 Juta, Seberapa besar pula belanja ATK yang lainnya, seperti, belanja kertas, map dan ATK lainnya, tentu nilainya lebih fantastis lagi,” ungkap Harkis.

Namun bekitu, Harkis menilai sangat penting belanja ATK dan perlengkapan kantor untuk menunjang kelancaran Administrasi keuagan dinas, Asalkan sesuai dengan kebutuhan sehingga tidak terkesan menghambur-hamburkan anggaran.

“Belanja ATK dan alat kantor itu memang wajib, tapi harga dengan barang yang didapat janganlah kelewat jauh dari harga di Pasaran,” katanya.

“Jika harga sebuah pena saja sudah terindikasi Mark up, bagaima mana dengan anggaran pengadaan yang lebih besar?, terutama pekerjaan konstruksi dan pengadaan lainnya,” sambungnya.

Dengan besaran belanja Pena di Dinas PUPR tersebut, LSM RPI meminta penegak hukum dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jambi lebih meningkatkan pengawasan penganggaran di setiap instansi.

BACA JUGA:Beredar Isu Eksekutif Laporkan Pihak Legeslatif Sarolangun ke KPK Terkait Pembahasan APBD 2023

Selain itu, LSM RPI menekan agar inspektorat maupun Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) selaku auditor keuangan tidak hanya memeriksa berdasarkan kelegkapan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) saja, tetapi melihat juga kesesuaian harga dengan fisik yang didapat.

“Semoga BPK RI kedepan saat pemeriksaan tidak hanya memeriksa administrasi saja, tapi melihat juga barang yang dibeli atau turun kelapangan langsung,” harap harkis.

Diberitakan sebelumnya, tercatat DPUPR mendapat pagu anggaran APBD Sarolangun 2022 untuk pengadaan barang dan jasa Rp. 121,898 miliar.

Salah satunya dipergunakan untuk pembelian 24 paket pengadaan pena sebesar Rp. 15.038.083. Dengan rincian 88 Buah pena seharga Rp. 1.879.396 dan 79 kotak seharga Rp.13.158.667.(aji)


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *