Pj Bupati Sarolangun Tanam Bibit Padi Inpari 32 di Desa Pasar Pelawan

Pj Bupati Sarolangun Bachril Bakri saat melakukan penanaman bibit padi di Desa Pasar Pelawan

SAROLANGUN- Penjabat Bupati Sarolangun, Bachril Bakri turun langsung menanam bibit padi unggul jenis Inpari 32 di Wilayah Persawahan Kelompok Tani Karya Bhakti, Desa Pasar Pelawan, Kecamatan Pelawan, pada Kamis (01/02/2024).

Usai melakukan penanaman padi bersama warga setempat, orang nomor satu di Sarolangun itu juga menyerahkan bantuan berupa pupuk, terpal dan alat mesin pertanian jenis power tresher (alsintan) kepada petani.

”Hari ini kami bersama forkopincam, di kecamatan pelawan Alhamdulillah kita menanam kembali padi sawah seluas 42 hektar dengan jenis padi Inpari 32 dan juga pernah melakukan penanaman tahun lalu hasilnya lumayan bagus,” kata Bachril Bakri.

Dikatakan Bachril, terdapat sebanyak 42 hektar persawahan warga yang dijamah dalam kegiatan penanaman tersebut. Kata dia bibit unggul jenis Inpari 32 tersebut juga di bawah binaan tim Institut Pertanian Bogor (IPB).

Menurut Bachril, bibit yang ditanami tersebut akan ditargetkan mencapai hasil panen 5 sampai 6 ton per hektar, dengan total panen keseluruhan diperkirakan mencapai 252 ton.

Sehingga terget hasil panen ini ke depan juga merupakan langkah pemerintah daerah untuk menekan angka inflasi di Sarolangun.

”Ini salah upaya kita penanganan inflasi khususnya beras dan mudah-mudahan saat lebaran nanti bisa produksi Ini akan menjadi salah satu lokasi ketahanan pangan di Sarolangun, dari 42 hektar perkiraan panen 5-6 ton oerhektar, dengan 252 ton,” katanya.

”Tiga bulan nanti setelah tanam akan panen, ini adalah upaya kita mengendalikan inflasi khususnya harga beras. Mengendalikan harga beras dengan produksi padi. Kita utamakan khususnya di Sarolangun kalau selama ini masih banyak beras kita diimport,” kata dia menambahkan.

Tampak hadir mendampingi Bachril Bakri dalam kegiatan tersebut, Pj Sekda Sarolangun, Dedy Hendry, Kadis TPHP Sarolangun, Camat Pelawan, Sibawaihi, Danramil 420-02 Muara Limun Kapten Inf Zul Abdullah, perwakilan penyuluh pertanian lapangan, serta para kelompok tani.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *